Saturday, January 14, 2012

Pembagian Ilmu Balaghah

Pembagian llmu Balaghah
Ilmu balaghah sebagaimana diketahui terdiri dari bahagian yaitu : ilmu Bayan, Ilmu Ma'ani dan ilmu Badi'. Untuk lebih jelasnya pembahagian dari ilmu Balaghah ini akan dijelaskan dalam sub-sub pembahasan ini.
  1. Ilmu Bayan
Ilmu Bayan adalah ilmu yang menjelaskan seluk beluk bahasa Arab dimulai dari mengetahui uslub (ragam bahasa) puisi dan prosa.
Pembagian ilmu Bayan meliputi :
�� Tasybih, rukun tasbih. Pembahagian Tasybih dan kegunaan ungkapan Tasybih .
�� Balaghah dan pengaruhnya bagi orang Arab dan bahasa Arab bagi para pembicara dan lawan bicara
�� Pembahasan tentang Majaz serta pembahagiannya
�� Isti'ara (kata pinjaman) beserta pembahagiannya.
�� Kinayah dan pembahagiannya.
Keterangan ringkas mengenai pembahasan ilmu Bayan :
a. Tasybih
Jika dilihat dari asal kata, tasybih berasal dari kata ٩بش/Syabbaha, mengingat masamuda, mensifatkan kecantikan gadis. (Muhammad Yunus, 1973:188). Dari segi ilmu Balaghah adalah menyempakan sesuatu kepada sesuatu yang lain dalam bahasa arab disebut :
Itu ditujukan supaya dapat menggambarkan hal rang tersembunyi, hal yang jauh, dan yang dekat, menambah ketinggian derajat, memuji keindahan, kelebihan seseorang atau kelompok, sehingga menyentuh perasaan orang.
Arkanutasybih yaitu:
Musyabbah : yaitu suatu yang dipersamakan
Musyabbah bih : yaitu yang diumpamakan
Adat Tasybih : yaitu lapaz yang dipergunakan untuk membuat suatu perumpamaan
Wajah syabah : suatu sisi yang dipersamakan.
               
Musyabbah : Musyabbah bih : Adat tasybih : Wajah Syabah :
Dilihat dari struktur arkanu t – tasybih : Wajah Syabah :
1. Tasybih Mursal
Musyabah : musyabah bih : Adat tasybih : Wajah Syabah
2. Muakkad
Muasyabbah : musyabah bih : Adat tasybih : Wajah Syabah
3. Mujmal
Musyabbah : musyabah bih : Adat tasybih : Wajah Syabah
4. Mufassal
Musyabah : musyawarah bih : Adat tasybih : Wajah Syabah
5. Baligh
Musaybbah : musyabah bih : Adat tasybih : Wajah Syabah
6. Tamtsil (wajah syabah bersjfat majemuk serta memerlukan pemikiran dan
Hayalan : 
Musyabbah: musyabah bili: Adat tasybili: Wajah Syabah
7. Ghairu t-tamtsil (wajah syabah yang lugas, tidak memerlukan banyak hayalan dan
Penafasiran).
           
Musyabbah: musyabah bili: Adat tasybili: Wajah Syabah
Tasybih jika dilihat dari sudut linguistik dapat dipadankan dengan istilah gaya bahasa Metafora

b. Majaz
Majaz juga dikenal dalam bahasa Indonesia yang berarti makna kiasan atau figuratif meaning (pemakian kata – kata yang bukan pada arti yang sebenarnya)
Artinya : seorang pemberani berpidato di depan kita
Ditinjau dari padanan peristilahan semantik bahasa Indonesia majaz ini termasuk gaya bahsa Hiperbola dalam kelompok gaya bahsa pertentangan.

c. Isti’arah
Ist’arah merupakan kata pinjaman yaitu penggunaan kata dengan tujuan memperkuat makna yang terkandungdalam kata tersebut (makna tersirat) (Hasymy 303).
Isti’arah terbagi dua :
a. Tasyrihiyah : dipadankan dengan anti klimaks yakni penitik makna pada lapaz musyabbah bih.
           
Kitabun anzalnahu ilayka li tu hkrija n-nasu mina z-zulumati ila n-nuri
Kitab (AI-Qur'an) ini diturunkan adalah untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada bahaya.
b. Makniyah: Dari peristilahan semantik indonesia di sebut gaya bahasa klimaks, pada isti'arah makniyah ini lafaz musyabbah bih dibuang dan digantikan dengan kata yang lazin dipergunakan sebagai rangkaian kata tadi.
           
/Inni la ara ra'usan qad ainaat wa hana qitafuha wa ini lashabuha./
Aku telah melihat kepala-kepala yang siap dipetik akulah empunyanya.

d.Kinayah
Kinayah (gaya bahasa Antonomasia) adalah gaya bahasa yang mengandung makna kiasan dan sindiran.
Kinayah ini dibagi kepada dua bahagian yakni :
1. Kinayah Sifat : suatu sindiran yang ditujukan untuk menyatakan sifat seseorang.
           
/Thawilu n-najadi rafi'u l-imadi kastiru r-ramadi iza ma syata/
Banyak pertolongan ringan pekerjaan banyak api unggun di musim dingin.
Tujuan sindiran ini menyatakan sifat tolong menolong itu diperlukan di setiap keadaan.
2. Kinayah Mausuf sindiran yang ditujukan kepada seseorang
           
/Qara' a fulanun sinnuhu /
Sipulan telah menggerakan giginya, sindiran kepada seseorang yang sudah benar-benar marah.

  1. Ilmu Ma'ani
ilmu ma' ani adalah ilmu untuk mengetahui kejelasan ucapan Arab sesuai dengan situasi kondosinya (amin Hakri 1979:53).
Ilmu Ma'ani merupakan pengetahuan untuk menentukan beberapa kaedah untuk pemakaian kata sesuai muqtadal hal. Jelasnya Ilmu Ma'ani itu adalah suatu peraturan tentang pemberian makna yang tepat sesuai dengan redaksi kalimat.
Dalam kelompok ilmu Ma' ani ini akan dibahas mengenai :
�� Kalam khabari dan insya
�� Zikru dan Hazfu
�� Taqdim dan ta'hir
�� Qashar
�� Washal dan fashal
�� Ijaz dan Musawah
Untuk mempermudah pemahaman pembaca pemula maka akan dijelaskan di sini tentang kalam khabari dan insya'i.
Menceritakan tentang kalam tidak dapat terlepas dari Musnad dan Musnad ilyhi juga Mutakallim, mukhatab dan kalam itu sendiri (isi dan manfaat kalam)
Kalam khabari yaitu kalam (kalimat ) yang mengandung pengertian (arti) benar atau dusta sedangkan kalam insya'I suatu kalimat yang tidak mengandung pengertian benar dan dusta.
Setiap kalam baik berbentuk khabari atau insyai mempunyai dua rukun (komponen) yakni Mahkum Alayhi dan Mabkum bib, disebut juga dengan Musnad ilayhi dan musnad .
           
/yabunayya ta'allam husna l-istima'l kama tatallam husna l-hadis/
hai anakku perhatikanlah pelajaranmu sebagaimana engkau mempelajari kata-kata yang baik'
Contoh 2:
Nukilan sajak Abu Nawas (penyair seribu satu malam)
           
'Ar- rizqu wa l-hirmanu majrahuma bima qadha L-Lahu wa ma Qaddaral/ Rezki dan kehormatan itu sama-sama dilimpahkan sesuai dengan ketentuan Allah dan sesuai dengan ukurannya.
Penganalisaan dari kedua contoh diatas sebagai berikut :
Jumlah (kalimat) : jenis : Musnad ilayhi : Musnad
dari segi bahasa Indonesia, Musnad ilayhi ini bisa disebut subjek dan musnad adalah predikat.
a. Kalam Khabari
Kelompok kalam khabari, yang lebih dekat pengertiannya adalah kalimat yang mengandung makna berita. Berita yang diungkapkan oleh si pembicara mempunyai tujuan tertentu demikian pula bagi sipendengar/pembaca berita.
Fakar ilmu balaghah menentukan keadaan ini dan menamakan pokok bahasan tentang
Al-ghardu mill ilqai I-hkabari/.
,.
Tujuan dari ungkapan dari berita
Hal ini dibagi menjadi dua kategori yaitu :
1. Bila kalimat tersebut sudah sama-sama diketahui oleh si pembicara dan dipendengar (pembaca) maka kaliInat khabari itu disebut
Lazim Fa' i dah
2. Bila kalimat itu sebelum diketahui oleh sipendengar/pembaca atau offing ke dua maka disebut
'fa’idah khabar
Selanjutnya khabari inipun dilihat dari kegunaannya sesuai dengan konteks kalimat serta situasi dan kondisi kalimat itu disampaikan atau / al-ghardhu tufhamu mill siyaqi l-kalam/
Dilihat dari konteks klaimatnya ini hkabari dibagi kepada :
1. istirhamu/penghormatan
2. Izharu tahassuri/ keluhan
3. Izharu dha-dha'fi/mengungkapkan kelemahan
4. al-fihkri/Bangga
5. Al-Hassu ‘ala s-sa'yi wa I-jiddi /Memotivasi untuk menimbulkan
semangat dan kesungguhan.
(contoh dari masing-masing hal ini dapat diperhatikan dalam buku Al-Balaghatu l-wadhihah 144-147, Mustafa amin, tanpa tahun) khabari ditinjau dari kepentingan si lawan bicara terbagi kepada tiga bahagian yaitu :
1. Bila orang kedua sama sekali belum mengetahui barita, maka khabar tidak perlu mengunakan huruf tawkid (tanda penguat berita). Disebut khabar Ibtida'i.
2. Bila orang ke dua ragu akan berita yang disampaikan padahal dia belum mengetahuinya maka dikemukakan kbahar dengan penambahan huruf taukid (tanda penguat).
3. Bila orang kedua tetap tidak percaya (munkir) atas berita yang disampaikan meskipun ada dalil yang telah ditentukan, maka wajib diberikan huruf taukid, satu taukid atau lebih. Konteks ini disebut khabar Inkari.
Huruf-huruf taukid (ada waktu -t-taukidi) sebagai berikut ini :
Inna, anna, waw qasam, lam ibtida', nun taukid, ahrufu t-tanbih, hurufu z-zaidah, qad, amma syarthiyah.

b. Kalam Khabar huruju an muqthada -zahir
Kalak khabari khuruju an muqthada z-zahir adalah kalam khabari yang keluar dari konteks semula, pada kaidah ilmu balaghah dibagi kepada tiga bahagian yaitu:
1. Khabar yang diungkapkan tanpa buruf taukid tetapi lawan bicara masih terus bertanya dan ragu atas berita yang diceritakan hal ini menyalahi konteks berita biasa disebabkan lawan bicara khuruju an muqthada z-zahir. Lawan bicara dalam hal ini dianggap sebagi orang yang tidak ingkar.
2. Khabar yang diberikan tanpa huruf taukid, tetapi lawan bicara tidak lagi bertanya. Disini ia digolongkan sebagai orang yang inkar.
3. Khabar yang dikemukakan tanpa huruf taukid, disini pembicara menempatkan lawan bicaranya sebagai seorang yang tidak mungkar, dengan tujuan untuk menjinakkan hati lawan bicaranya. Ini kerap kali digunakan dalam berpolitik (Ali Jarim tanpa tahun. Hal 165).

c. Kalam lnsya'I
Kalam insya'I terbagi kepada dua kelompok yaitu:
Insya' Thalaby dan insya' Gbayru Thalaby.
�� lnsya' Thalaby : yaitu menuntut sesuatu yang tidak berhasil pada waktu
kata - kata itu diungkapkan yakni bentuk amar, Nahyi,
Tamanny dan Nida'i.
�� lnsya' Gbayru Thalaby : yaitu tidak ada tuntutan sesuatu terdiri dari bentuk,
Ta'ajjub, Madah , Zam, Qasam Af'alu, r-raja dan
bentuk-bentuk lain selain insya' thalaby.
Untuk melihat keterkaitan ilmu Balaghah dengan tata bahasa Arab maka penulis hanya menerangkan tentang beberapa sisi dari Insya' Thalaby saja.

c. 1. Pembagian Insya' Thalaby
Amar
Adapun Qaidah Amar yaitu menuntut suatu pekerjaan dari orang rang lebih tinggi (kedudukan atau umur). Bentuk Amar dalam balaghah sama dengan bentuk amar dalam tata bahasa Arab.
Fakar-dakar ilmu balaghah menyebutkan :"Bentuk Amar ada empat :
�� Fi'il Amar
�� Mudhari' yang diketahui oleh Ei'lam Amar
�� Ism Fi'il amar
�� Masdar sebagai ganti dari Fi'il Amar
Selain makna perintah dari segi balaghah Amar mempunyai makna lain yakni apabila diteliti dari konteks kalimat (siyaqul kalam) mendatangkan makna sebagai berikut
/Irsyad/' memberi petunjuk'
/ Do'a/Do’a
/lltimas/menyuruh orang sebaya'
/amanny/'bercita-cita'
/Takhyir/'memilih'
/Taswiyah/'Mempersamakan'
/ Ta'jizl' Melemahkan'
/Tahdid/Ancaman'
/bahah/’ membolehkan'
contoh Amar :
1.
.          
Amma ba'du fa aqin linasi l-hajji/' Seteleh itu maka peritahkanlah hajji kepada manusia' .
2.
           
. Wa l-yatawaffu bi l-bayti l...'atiq/' dan tawaflah kamudi rumah suci'
3.
           
I' Alaykum andusakum la yadhurrukum man dhalla iza h-tadaytum/'
Perliharalah dirimu janganlah membuat dirimu mudharat dengan kesesatan setelah engkau memperoleh petunjuk.
4.
           
/Wa bi l-walidayni ihsanan/ ' Berbuat baiklan kepada kedua orang tuamu'
- Nahyi
Nahyi adalah menurut memberhentikan perbuatan dari orang yang lebih tinggi. Bentuk bahyi berasal dari fi'il mudhari' didahului oleh la nahiyyah.
           
/Wa La taqrabu mala l-yatimi ilia billati hiya ahsanu/ Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim kecuali untuk kebaikan.
Ahli ilmu Balaghah mengkategorikan arti nahyi dilihat dari (Siyaqu l-kalam kepada :
/ Do'a/Doa'
/ lltimas/ melarang orang sebaya'
/ Tamanny/'Cita-cita'
/ Taubih/'Menjelaskan'
/ Tay'is/Menyesal'
/ Tahdid/' Ancaman'
/ Tahqir/'Hinaan'
Menganalisis analisis makna Nahyi dri konteks kalimat itu memerlukan perhatian yang jeli, sehingga nampak keistimewaan artinya. Ini merupakan hal yang penting bagi penterjemah, sehingga terjemahan tidak terjebak pada kesalahan arti, terutama sekali bagi penterjemahan ayat-ayat Al Quran dan Hadist Rasul.
- Istifham
Istilah adalah bentuk kalimat rang dipergunakan untuk mendaptkan informasi yang jelas tentang sesuatu masalah, yang belum diketahui sebelumnya.
Cara pembentukan Istifham adalah dengan mempergunakan ada watu istifham.
Adawa tu l-istifham adalah :
نم/min/’dari/,لح/hal/’adalah’, مک/kam/’berapa,ام/ma/’apa’, ت ام /mata/’bila أ/’a/’apa, تأ/anna/’bagaimana, ني أ/aina/’dimana’,يا /ay/’apa’/آنآي آ/ayyana/’bagaimana, kapan’.
- Tamanny
Tamanny adalah menuntut sesuatu urusan rang sangat disukai tetap adakalanya hal yang mustahil tercapai dapat juga disebut sebagai angan-angan. Tamanny ini dibentuk dengan menggunakan huruf tamanny : لح/hal/’, تيل/layta/’sekiranya’,ول/lau/ ‘kalu sekiranya’, لعل/la’alla/’mudah-mudahan’
Contoh Istifbam :
1.        
           
'fa hat Lana min sufa'a u fa yasfa'u lana/ ط
'Masih adakah yang mau menolong kami, maka berilah pertolongan kepaa kami'
2.
           
flaw La kana 'indi shadiqin yaji'u bi khamsati atafin rubiyyatin/
kalau ada temanku yang memberikan aku lima ribu rupiah saja'
3.
           
/Layta s-sabab ya'udu ghadan/
"Semoga masa muda dapat terulang besok"
An-nida
An-nida adalah panggilan kepada seseorang pada mulanya annida' ini ditujukan hanya untuk memanggil seseorang saja, namun pada tahapan selanjutnya An- nida' ini ditujukan pula untuk menyeru ;
An-nida' (seruan) menggunakan huruf Nida' yaitu:
Ỉ/hamzah/’hai', يآ/ay/'hai' ,mari, آي/ya/'hai,mari, ي/ya /و/wa/ ي׀/ayya/آي اح/hayya/. Semua ini digunakan untuk menyeru orang yang dekat. أ/hamzah, digunakan untuk menyeru orang yang dekat
يأ/Ay/menyeru kepada yang dekat dihati dan selalu hadir dalam benaknya. Adakalanya diperuntukkan يأ/ /Ay/ dan أ/hamzah/untuk memanggil orang yang tinggi martabatnya, dengan penuh kesopanan.
اي/ya/digunakan untuk yang dekat meskipun tidak nampak, atau pada tempat yang jauh.
Contoh: بر اي/Ya rabbi/'Ya Tuhanku.

DAFTAR PUSTAKA
Abu Zayid Zayad, Abdu al-Roziy, Siria 1992. Tatawuru Mafhum Al-Balaghah.
AminAhmad. Fairu I-Islam. Kairo, 1955
Ash-shabuny, Muhammad Ali. Rawai'I-Bayani Tafsiru I-ayati I-ahkami mina I-Ourani. Makkah Al-Mukarramah, 1979
Ash-shabuny, Muhammad Ali. 'Ijazu l-Bayani fi suwari I-Qurani. Maktabah Al-Ghazali Makkah, 1979.
Al- Hasyimi, Saleh Muhammad AI-Balaghahtu, l-wadhihatu King Ibnu Suud Riyadh, 1987.
Basyir Hasan Kamal, DR Binau s-surati I-fanniyah fibayani I-arabi. Damaskus Bairut. 1987.
Jama' Syari, Balaghah. Bairot. Tanpa Tahun.
George. M. Abdul Masih. Dictionarv of Arabic Grammar Libanon. 1985.
Ridwan Muhammad Mustafa, dkk. At-tamhidu fi n-nahwi wa s-sarfi. Jami'ah kari YunusLibanon, 1973.
Said Fuad. Pengantar Sastra Arab. Pustaka Babussalam Medan, 1984.
Siregar Said Ahmad. Fakultas Sastra USU. Sejarah Study Bahasa Indonesia. Fakultas Sastra USU 1982.
Watt Mentegomerry. Kejavaan Islam. Tiara Wacana Yogya 1990.

2 comments:

syasya said...

wow.,.syukran.,.skarang bru lala pahm pasal balaghah dan pmbahagian nye.,.alhamdulillah.,:)

ريزاليا قرآني said...

afwan ukhty....
mg bermanfaat dan barokah fillah w lillah
amin....

dan syukran atas kunjungannya
jazakillah kheiran

.